Hari ini saya menghadiri perayaan ulang tahun MRC, yang telah menjadi rutin digelar sejak tahun lalu. Kali ini ulang tahun yang ke-8. Saya hadir sebagai undangan, bukan lagi sebagai panitia ataupun pengurus. Rasanya… berbeda, tapi tetap nyaman dan menyenangkan🙂

Hm.. sebelumnya perkenalkan, MRC (Medical Research Centre), merupakan unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unand yang bergerak di bidang ilmiah dan penelitian. Umurnya masih muda, baru 8 tahun, lahir pada tanggal  24 Agustus 2004, dan sempat vakum beberapa tahun diantaranya. Saya beruntung, karena ketika saya menjadi mahasiswa tahun pertama, MRC sedang gencar memperbaiki sistem kaderisasi, dan hal tersebut terbukti sangat efektif–MRC sekarang jauh lebih ‘ramai’.

Sangat panjang jika harus mengisahkan cerita antara saya dan MRC.

Tapi… saya kira Pandangan Umum Sekretaris Umum yang harus saya sampaikan dihadapan seluruh hadirin RUA (Rapat Umum Anggota), semacam forum pelaporan pertanggungjawaban dan suksesi pengurus; cukup mewakili seluruh kisah, kenangan, perasaan, dan harapan saya kepada MRC dan pejuang-pejuang MRC selanjutnya..

PANDANGAN UMUM SEKRETARIS UMUM

MEDICALSTUDENT RESEARCH CENTRE

BADAN EKSKUTIF MAHASISWA KELUARGA MAHASISWA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

2011-2012

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil’alamin, Allahumma shali ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, yang memuliakan orang-orang yang beriman dan berilmu. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah swt. Salawat dan salam marilah kita do’akan kepada Allah swt. agar disampaikan kepada Kekasih Allah, Muhammad saw. Sungguh beliau adalah rahmat bagi seluruh alam. Diamnya adalah fikir, ucapannya adalah zikir, dan perbuatannya adalah keteladanan.

Yang terhormat Dewan Penasehat Pengurus (DPP) MRC BEM KM FK Unand; Yang saya hormati, Alumni MRC BEM KM FK Unand; Yang saya sayangi rekan-rekan Pengurus MRC 2011-2012, dan yang saya banggakan, Panitia RUA VII MRC BEM KM FK Unand. Hidup MRC!

Teringat ketika pertama kali saya bergabung di MRC pada Latdas I MRC Periode 2009-2010. Ketika saya terkesima melihat semangat senior-senior MRC yang dengan wajah bahagia dan semangat membara memperkenalkan kami kepada dunia imiah dan penelitian, ketika saya terkagum-kagum menyimak pemateri yang begitu luas ilmunya dan luwes dalam penyampaiannya, ketika saya dan kawan-kawan saat itu begitu antusias mengacungkan tangan ingin mengajukan pertanyaan kepada ilmuwan-ilmuwan yang tampak begitu puas karena telah membagi ilmunya kepada kami dengan murah hati, meski hanya dihadiahi sekeranjang buah dan sertifikat yang harus ditarik lagi karena belum ditandatangani. Pada saat itu, sungguh saya bertekad, saya ingin menjadi bagian dari mereka. Orang-orang yang menurut saya telah menjalani hidup yang sangat mulia, yaitu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. … dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Tak terasa kini dua tahun telah berlalu, dan harapan itu telah nyata terwujud, saya telah menjadi bagian dari pejuang-pejuang ilmu di kampus yang saya cintai. Pada rapat panjang, setiap sore mulai dari hari Selasa hingga Jum’at, tanggal 9-12 Agustus 2011, saya dan rekan-rekan anggota Departemen Kaderisasi MRC 2011 mempertanggungjawabkan program-program kerja yang menjadi amanah kami. Hingga di penghujung Rapat Umum Anggota (RUA) VI tersebut, saya kembali diberikan amanah, sesuatu yang gunung-gunung pun enggan untuk mengembannya, namun pundak yang rapuh ini kembali harus menanggung bebannya, kini sebagai Sekretaris Umum 2011-2012. Amanah baru yang bagi saya, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang saya miliki, sungguh bukanlah hal yang mudah bagi saya untuk menjalaninya.

Terimakasih yang tidak terhingga kepada sahabat Inti MRC 2011-2012, Muhammad Helri Arif dan Afriyeni Sri Rahmi. Kepada Saudara Ketua Umum yang saya hormati, terimakasih karena telah bersedia menjadi pemimpin bagi kami, menjadi orang terdepan, baik dalam situasi yang menguntungkan maupun merugikan bagi MRC. Terimakasih karena selalu memaafan kealfaan saya, mengingatkan saya ketika saya terlupa, dan meneguhkan saya ketika saya meragu. Mohon maaf karena saya tidak sempurna dalam menjalani tugas utama saya selaku Sekretaris Umum, yang sepatutnya menjadi penguat langkah dan perwakilan yang dapat diandalkan ketika Ketua Umum berhalangan dalam menjalankan kewajibannya. Kepada Saudari Bendahara Umum yang kucintai karena Allah, terimakasih karena telah menjadi kawan berbagi di saat sulit maupun senang selama delapan bulan kepengurusan ini. Tidak akan pernah terlupakan, mulai dari saat kita berteteskan peluh dan airmata saat sama-sama berjuang sebagai Presidium Temilnas 2011, dengan amanah yang berlipat ganda di MRC pada saat yang sama, sejak saat itu kita telah menjadi tempat meluapkan pikiran, perasaaan, dan harapan untuk MRC satu sama lain. Mohon maaf jika selama berkata maupun berlaku tanpa sadar telah menyakiti meski hanya goresan halus di dasar hati. Sungguh, Ari, Ami, perjalanan kita yang dimulai oleh langkah tiga pasang kaki yang tidak begitu kuat ini, telah menjadi kenangan yang tidak terlupakan, karena meski dengan langkah gemetar, kita telah saling menguatkan dan akhirnya kini, kita pun sampai pada penghujung jalan.

Kepada biro yang menjadi tanggung jawab saya pada kepengurusan kali ini, Biro Kestari dan Biro Infokom, saya juga ingin menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya. Teruntuk rekan-rekan saya di Biro Kesekretariatan, Koordinator yang telaten dan profesional, Anggy Afriyeni, beserta anggota, para wanita yang tangguh: Bila, Resi, Wulan, Devi, dan Fitri. Terimakasih karena telah berkerjasama dalam menciptakan kondisi sekretariat yang kondusif dan produktif. Ruangan kecil berukuran tidak lebih dari 3×2 m2 itu telah menjadi saksi kerja keras teman-teman semua. Selanjutnya kepada kawan-kawan seperjuangan saya di Biro Informasi dan Komunikasi yang telah menggaungkan nama MRC di seluruh KM, Yuriko Andre, rekan seperjuangan saya dalam begitu banyak kepanitiaan, koordinator yang begitu sabar dan berusaha keras menunaikan amanah-amanah yang dibebankan kepadanya; anggota Biro Infokom yang ceria dan kreatif: Fakhri, Ika, Osa, Tuti, Vivin, dan Tary. Terimakasih atas kesediaan teman-teman semua untuk menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan MRC dan menjadi pintu pembuka segala informasi penting untuk kami semua. Mohon maaf yang sedalam-dalamnya, karena saya belum mampu menjadi pendamping yang baik bagi teman-teman semua, mohon maaf atas segala perhatian yang tidak tercukupkan, peringatan yang tidak berkenan bagi teman-teman, dan berbagai kewajiban lainnya yang tanpa sengaja telah saya lalaikan.

Begitu juga kepada seluruh teman-teman pengurus MRC Kreatif dan Prestatif di Biro dan Departemen lainnya. Kepada Biro Danus, pejuang-pejuang tangguh MRC yang telah menanggung beban yang begitu berat dalam mencari dana untuk mencukupi segala kebutuhan MRC, Dinda Putri Amir beserta anggota, Aan, Vivo, Fika, Hengky, dan Fajar. Kepada Departemen Kaderisasi yang telah bekerja begitu keras untuk menjalankan proker-proker besar dalam waktu yang berdekatan untuk melahirkan generasi-generasi penerus tangguh MRC, Melati Setia Ningsih dan rekan-rekan: Rosi, Hasra, Halil, Ifa, Tia, Dita, Tiwi, Nining, dan Meli. Kepada Departemen Ilmiah, departemen luar biasa yang telah menyebarkan semangat ilmiah dan berprestasinya melalui proker-proker super kreatif kepada para pelajar yang begitu haus akan ilmu, Yonna Yolanda dan kawan-kawan: Fajri, Citra, Karolin, Ari, Nike, Osyn, Yelsa, dan Sachi. Kepada Departemen termuda, Departemen Penelitian dengan pejuang-pejuangnya yang begitu luar biasa, dengan segala keterbatasan dan hambatan, tetap menjadi orang-orang terdepan di MRC yang berusaha sekuat tenaga untuk menunaikan amanahnya sekaligus menyukseskan berbagai kegiatan MRC, Rido Wandrivel beserta penggerak penelitian lainnya, Subki, Santy, Iis, Nurul, Chaled, Gamal, Dani, Putri, Arif, dan Aga.

Tiada yang mampu membalas amal kebaikan teman-teman semua kecuali Allah swt. dengan pahala dan nikmat lainnya yang berlipat ganda. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan saya selama berinteraksi yang mungkin seringkali terjadi tanpa saya sadari. Maaf karena sebagai salah seorang pimpinan, saya tidak mampu berlaku adil dan masih belum  dapat  mengayomi teman-teman semua dengan baik. Sekali lagi terimakasih, terimakasih karena teman-teman semua telah menjadi bagian dari hidup saya. Baik teman-teman sadari maupun tidak, teman-teman secara tidak langsung telah membantu saya untuk terus belajar dan berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.

Terkhusus kepada penerus pergerakan ilmiah dan penelitian kampus ini, kepada adik-adik angkatan 2010 dan 2011, para pejuang MRC, sungguh besar harapan saya kepada adik-adik semua untuk meneruskan perjalanan ini. Kini telah sampai saya pada batasnya untuk menjadi bagian nyata dari penyebar ilmu dan manfaat di unit kegiatan mahasiswa di bidang ilmiah dan penelitian ini. Sudah sepatutnyalah saya bredo’a, semoga adik-adik adalah generasi emas yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk terus membawa kebaikan dan mengarumkan nama FK Unand dalam berbagai kesempatan. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka generasi yang lemah, … (QS. An-Nisaa: 9).”

Semoga MRC semakin jaya kedepannya dan dengan senang hati insya Allah, saya akan terus mendukung dan membantu untuk kemajuan MRC, kemajuan ilmiah dan penelitian di kampus ini, dengan segala apa yang mampu saya berikan. Percayalah perjuangan ini masih panjang, benih-benih kebaikan yang kita semai hari ini belum tentu akan berbuah di esok hari, tapi percayalah lambat laun pucuk itu akan meruak dari dalam tanah tumbuh menjulang mengejar matahari, akarnya akan merambat jauh kedalam tanah menghujam dan menggenggam, ranting demi ranting bermunculan, begitu pula helai demi helai dedaunan, hingga akhirnya bunga-bunga yang dinantikan pun mulai bermekaran, lalu berguguran digantikan oleh bebuahan yang dinanti-nantikan. Teruslah berjalan, teruslah berkarya, berletih-letihlah, sebagaimana nasihat Imam Syafi’i, “Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang.”Man jadda wajada, man shabara zhafira, man sara ala darbi washala: siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, siapa yang bersabar akan beruntung, siapa yang berjalan di jalurnya akan tiba di tujuannya (Pepatah Arab).”

Hidup MRC!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Padang, 11 April 2012

Sekretaris Umum MRC 2011-2012

Ttd.

Mutia Lailani

Saya menyampaikan ini dengan tubuh gemetar, wajah pucat, dan yaah, aliran air mata ketika menyampaikannya. Padahal, berbicara di depan umum bukanlah hal yang canggung untuk saya lakukan, apalagi di hadapan seluruh keluarga besar MRC. Tapi saat itu, saya benar-benar gugup… Mungkin karena saya takut begiu banyak amanah yang tanpa sadar telah saya lalaikan, atau mungkin karena saya begitu bersyukur, begitu berterimakasih, karena saya telah ditakdirkan Allah untuk menjadi bagian dari mereka. Mungkin kedengarannya berlebihan, tapi begitulah kenyataannya, dan ternyata di akhir penyampaian saya, baru saya menyadari, bahwa saya tidak menangis sendirian, haha..

Image

Ini juga ada video pengurus yang saya susun dari foto-foto kami ketika menjalani lebih kurang 8 bulan masa kepengurusan bersama, dan ternyata juga suskes menutup agenda terakhir kami dengan isakan air mata… hahaha *sepertinya saya cukup berbakat untuk membuat suasana mengharu biru..😄