Perhelatan akbar FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran), Antibiotic (Annual Training for a Better Islamic Health, Knowledge, and Application) akhirnya kembali digelar. Antibiotic kali ini lebih istimewa, karena untuk pertama kalinya kegiatan ini ‘berlayar’ dari Pulau Jawa ke Sumatera.

Sebuah kehormatan bagi FSKI (Forum Studi Kedokteran Islam) BEM KM FK UNAND, dipercayai sebagai tuan rumah dari Seminar Kedokteran Islam Nasional Antibiotic, yang merupakan agenda tahunan dari FULDFK. Dengan bertemakan “An Islamic Medical Message to Answer the Challenge of Globalitation Era”, Antibiotic VI disajikan dalam kemasan yang begitu Islami dan kaya akan sentuhan Adat Minangkabau. Perhelatan yang digelar juga dalam rangka Lustrum XI FK UNAND ini, Alhamdulillah telah sukses dilaksanakan pada tanggal 8-9 Oktober 2010 di kota Padang, Sumatera Barat. “Kami beruntung mempunyai Bapak Dekan (red: DR.dr.Masrul,M.Sc.,Sp.GK) yang selalu mendukung setiap kegiatan kemahasiswaan di kampus kami ini,” ujar Ketua Panitia The 6th Antibiotic, Ardiansyah.

Pada hari pertama, sambil menikmati keindahan alam Ranah Minang di Mini Mekah, delegasi-delegasi yang hadir mewakili 27 LDF (red: Lembaga Dakwah Fakultas) dari berbagai penjuru Indonesia, disuguhkan dua sesi training yang luar biasa: “Merancang Masa Depan” dan “The Way of Managing People”. Pada malam harinya, para delegasi menghadiri Welcome Party sekaligus pembukaan secara resmi The 6th Antibiotic oleh Wakil Walikota Padang di Aula FK UNAND, sedangkan esok harinya, acara seminar kembali dibuka secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Selama dua hari berikutnya, acara inti the 6th Antibiotic digelar di Gedung H.Kaharuddin Dt. Rang Kayo Basa dengan ratusan peserta yang hadir dari kalangan mahasiswa, dokter, dan umum; plus ratusan waiting list yang sayang sekali, tidak dapat mengikuti kegiatan yang sangat menarik ini. Pada Antibiotic kali ini, FSKI menyuguhkan enam sesi materi, dimana dua diantaranya dengan pemateri internasional. Pemateri internasional pertama adalah Dr.Ishak Mas’ud dari Malaysia (Ketua Persatuan RS Islam se-Dunia) yang menjelaskan topic “Implementation of As-Syariah and Islamic Medical Ethics in Medical Practice”. Materi tersebut begitu mencengangkan kita, bahwa betapa indahnya jika kita mampu memasukkan nilai-nilai Islam dalam tatanan kehidupan di Rumah Sakit, sebagaimana yang telah dilakukan beliau di RS yang dipimpinnya, Al-Islam Specialist Hospital. Topik dengan pemateri internasional yang kedua adalah “The Islamic Perspective on Stem Cell Research” oleh Tim Harun Yahya Turkey (videoconference). Pada penyajian materi ini, Dr.Oktar Babuna juga mengaitkan materi tersebut dengan Darwinism, sehingga makin mengokohkan akidah kita kepada Allah swt. dan kebenaran Al-Qur’an.

Empat sesi lainnya juga diisi dengan materi yang luar biasa oleh pemateri yang luar biasa pula. Topik dari setiap materi benar-benar dijelaskan oleh ahlinya: Dr.Ali Toha Assegaf, Pakar Kedokteran Nabi membawakan materi “Natural Healing with Herbal Medicine“, yang menyadarkan kita akan potensi terpendam Indonesia untuk menghasilkan obat-obatan herbal; “Dokter, Jendela Dakwah Profesi” diberikan oleh Ketua BSMI Centre, Dr.Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, yang menyadarkan kita betapa besarnya kesempatan seorang dokter untuk beramal di jalan Allah; diskusi mengenai “Fiqih Issue: Transplantation and Euthanasia” diadakan bersama dr. Puko Visa dan MUI Sumatera Barat, yang juga membuka cakrawala pengetahuan mengenai penerapan aspek Islam dalam ilmu kesehatan. Pada Antibiotic keenam kali ini juga disajikan Training and Workshop yang begitu dahsyat dan mengundang decak kagum para peserta: “Hypnotherapy” oleh dr. Hasto Harsono. Khusus bagi delegasi, juga diselenggarakan Daurah Militansi oleh Hasdi Putra, S.T. (Puskomnas FSLDKN). Tidak ketinggalan, panitia juga menyuguhkan hiburan yang menenangkan qalbu, senandung Asmaul Husna oleh Juara I Lomba Asmaul Husna Walikota Padang, SDN 05 Tanmalaka.

Dengan penyajian materi-materi tersebut, semoga Seminar Kedokteran Islam Nasional, The 6th Antibiotic dapat menambah pengetahuan dan kepedulian dari para peserta mengenai ilmu kedokteran islam yang telah lama terlupakan. Penyelenggaraan Antibiotic juga diharapkan mampu meningkatan kualitas dan profesionalisme dari praktisi ilmu kedokteran menuju pencapaian terbentuknya generasi Khoiru Ummah dalam tatanan masyarakat madani.

Kesempatan untuk membangun ukhuwah bersama saudara-saudara yang jauh di mata pada pertemuan nasional seperti Antibiotic kali ini, tentunya merupakan kebahagiaan tersendiri dan akan menjadi hal yang tak terlupakan bagi para delegasi. Melalui agenda tahunan tersebut, delegasi-delegasi dari universitas yang berbeda merajut tali silaturrahim dengan cara berbagi pengalaman ataupun sekedar sharing mengenai LDF masing-masing.

Kesuksesan penyelenggaraan Antibiotic kali ini pasti tidak lain adalah berkat izin dan ridho dari Allah swt, juga kerja keras dan ikhlas serta do’a panitia yang tidak kenal lelah untuk mempersembahkan yang terbaik. “Alhamdulillah, The 6th Antibiotic berjalan sesuai rencana, sebuah mahakarya mahasiswa yang pernah ada selama lima tahun Ana disini (red: FK UNAND). Sebuah tim solid yang diseleksi dari 300-an pendaftar Panitia Antibiotic… Syukron atas kerjasamanya, semoga jadi kenangan atas banyak rintangan yang pernah dihadapi bersama,” tutur Poby Kamendra, Ketua Steering Committee (SC) Panitia The 6th Antibiotic yang juga merupakan Ketua DPO (Dewan Pembina Organisasi) FULDFK.

Mari kita nantikan rangkaian Antibiotic selanjutnya, Antibiotic VII di Universitas Brawijaya. Insya Allah. Jaya selalu kedokteran islam!