Bersyukurlah… jika Anda telah terlahir sempurna…

Karena di balik tembok-tembok dingin rumah sakit ataupun terlantar tanpa perawatan, bayi-bayi kecil tak berdosa ini sedang berjuang untuk menapaki dunia… ada yang tertolong dengan kuasa-Nya, namun ada yang harus segera kembali ke surga-Nya…

Kelainan kongenital: abnormalitas bawaan yang ditemui saat lahir, yaitu terdapat berbagai jenis malformasi dalam struktur, posisi, atau fungsi dari suatu organ atau sistem. Kelainan atau anomaly kongenital merupakan penyebab umum mortalitas dan disabilitas pada awal kehidupan.

Cacat-cacat struktural kongenital yang besar terjadi pada 2-3 % bayi yang lahir hidup, dan 2-3 % lainnya dikenali pada anak-anak umur 5 tahun. Cacat lahir merupakan penyebab besar kematian bayi yaitu kira-kira 21 % dari semua kematian bayi.

Pada 40-60 % dari semua cacat lahir, penyebabnya tidak diketahui. Faktor genetik seperti kelainan kromosom dan gen-gen mutan menerangkan sekitar 15 %, faktor lingkungan menghasilkan kira-kira 10 %, gabungan pengaruh genetik dan lingkungan (keturunan multifaktorial) menghasilkan 20-25 %, dan kehamilan kembar menyebabkan 0,5 – 1 %.

Berikut beberapa kelainan kongenital yang sering dijumpai pada bayi baru lahir

Choanal  Atresia: tidak terbentuknya satu atau kedua lubang antara hidung dan nasofaring

Hydrocephalus: penimbunan cairan serebrospinal di dalam cranium, mengakibatkan dilatasi ventrikel serebral, paling sering disebabkan oleh obstruksi cairan serebrospinal

Myelomeningocele: penonjolan meningen melalui kelainan tulang di kolumna vetebralis

Fistula Esophage-trakeal



Tetralogi Fallot: “blue baby”


Gastroschisis dan Omphalocele


Atresia Ani: gagal atau tidak terbentuknya anus

Ekstrofi Kandung Kemih

Sindrom Down (Trisomi 21)

Sindrom Patau (Trisomi 13)

Sindrom Edward (Trisomi 18)