pertama kali iman menyentuh hati
serasa merasuk ke dalam jiwa dan sanubari
kekuatan kepercayaan kepada Sang Pemilik Diri
sungguh membara dan berapi-api…

ingatkah engkau pada para penyihir penentang Musa?
ketika iman menaklukan kesombongan asa
sungguh, ancaman Fir’aun pun tiada bermakna
semuanya dipertaruhkan demi nama Allah, bahkan nyawa

tapi tahukah kau teman?
iman tidaklah stagnan ataupun konstan…
ia bertambah dengan ketaatan
dan berkurang dengan kemaksiatan

saat dedaunan pohon imanmu mulai menguning
kerapuhan pun mulai menggerogoti cabang dan ranting
akarnya terancam dan dalam keadaan genting
mungkin saja terrenggut atau mati mengering

maka ingatlah…
iman adalah anugrah yang pertama dan yang terindah
menjaganya bukanlah perkara mudah…
siapkah kau untuk bersabar dan bersusah payah?

Lani, 26 April 2010